Detail Berita

Sesuai dengan visi dan misinya,…

blog post

Sesuai dengan visi dan misinya, Sekolah Menengah Kejuruan harus dapat mengembangkan SDM yang ada di sekolahnya agar dapat mencetak lulusan yang professional dan mempunyai karakter unggul sebagai pemilik masa depan. Sumber daya manusia yang professional dengan pribadi unggul adalah tenaga kerja yang manidri dan kreatif.

Bagaimana caranya agar menjadi pribadi yang unggul?

Unggul memang berbanding lurus dengan prestasi dan kejujuran. Seseorang yang menjadi pribadi unggul karena dia menghasilkan prestasi-prestasi dalam hidupnya yang senantiasa mengutamakan kualitas dalam setiap perbuatannya. Selain masalah kualitas, harus diperhatikan pula tentang kuantitas, artinya senantiasa ingin memperbanyak ilmu, berusaha dan beramal shaleh, sehingga hidupnya bermanfaat bagi orang banyak. Disamping kualitas dan kuantitas, faktor kecepatan sangat diperhitungkan yang tidak pernah menyia-nyiakan peluang. Segera mungkin berbuat kebaikan dan kebijakan. Rahasia untuk menjadi pribadi unggul sesungguhnya ada pada diri kita masing-masing. Kita lah yang memahami potensi-potensi diri untuk dikembangkan dengan semangat juang yang kita miliki.

Dalam proses membina generasi muda menjadi sumber daya manusia unggul dapat terhambat oleh masalah budaya. Generasi muda sekarang lebih mencintai budaya instan daripada budaya kerja keras. Budaya konsumtif lebih merajalela dibanding dengan budaya produktif, sehingga melahirkan budaya boros, bukan budaya hemat. Yang perlu dikembangkan di sekolah adalah budaya bersih dan budaya malu. Budaya jam karet, budaya menyalahkan orang lain serta budaya peminta-minta (tidak mau berusaha atau bekerja keras) sudah melekat erat pada diri generasi muda sekarang. Untuk merubahnya, perlu keteladanan pemimpin kharismatik yang mempunyai kecintaan pada negeri ini. Yang dimaksud pemimpin disini bukan hanya kepala sekolah, tapi unit kerja yang terhubung dalam menajemen sekolah.

Sekolah Menengah Kejuruan merupakan pencetak lulusan yang ada pada umumnya akan terjun ke dunia kerja, baik karyawan maupun wirausahawan, karena sedikit saja yang berminat melanjutkan ke perguruan tinggi. Di era global ini persaingan  semakin dahsyat dalam sector kehidupan. Hanya orang-orang yang memiliki keunggulanlah yang akan memenangkan persaingan. Tenaga kerja yang dibutuhkan oleh pasar kerja ialah mereka yang memiliki kompetensi sesuai dengan keahliannya ditambah dengan karakter unggul yang dimilikinya yaitu, jujur, pekerja keras, mudah beradaptasi, santun, loyal, dan empati. Para pendidik harus dapat menciptakan dan membangun serta mengembangkan nilai-nilai karakter dan budaya bangsa di sekolah. Pelatihan keterampilan jauh lebih mudah daripada pembentukan karakter. Jika seseorang memiliki motivasi belajar yang kuat, keterampilan apa pun akan menjadi mudah dipelajari. Jika keterampilan dan didukung dengan karakter yang unggul disatukan, maka akan menjdai sumber daya manusia unggul pemilik masa depan.

Melihat kenyataan bahwa keluhan dunia industri terhadap tenaga kerja tamatan SMK, bukan soal kompetensinya, tetapi soal sikapnya dalam kerja. Oleh karena itu, di SMK harus disediakan wadah untuk mengembangkan pendidikan karakter dan budaya bangsa melalui pendidikan pengembangan diri atau ekstra kurikuler. Penanaman pendidikan karakter harus menjadi pembiasaan sejak  siswa masuk gerbang SMK. Hal ini dapat ditanamkan ketika para calon siswa mengikuti Masa Orientasi Peserta Didik Baru. Seorang lulusan SMK yang mampu mengembangkan diri menjadi manusia andalan yang professional, bukan lagi dalam posisi mencari pekerjaan tetapi justru akan dicari untuk diberi kesempatan mengisi lowongan kerja. Maka dari itu, para siswa SMK harus membiasakan diri mengembangkan pendidikan karakter melalui sifat-sifat:

  • Bekerja teliti, tidak ceroboh dan tekun sehingga selalu berhasil menyelesaikan tugas dengan tuntas.
  • Bersikap luwes, bisa bekerja sama dengan orang lain tetapi juga lugas.
  • Mau bekerja lebih, tidak sombong, tidak sekedar dibatasi oleh perincian tugas dan jam kerja, tidak sekedar sibuktetapi harus berprestasi.
  • Mau belajar, tidak terbatas minatnya pada jenis tugas sehari-hari dan tidak malu bertanya kalau memang tidak tahu, tetapi juga tidak memalukan karena terlalu banyak bertanya disebabkan tidak tahu apa-apa.
  • Mempunyai potensi untuk berkembang dan senantiasa mengembangkan diri, tidak terbatas pada pendidikan formal yang diperolehnya.

Demikian  yang dapat disampaikan, semoga tulisan ini bermanfaat, khususnya bagi anak-anakku para peserta didik di SMKN1 Sumedang yang saya cintai dan saya banggakan, semoga kalian menjadi pribadi-pribadi unggul pemilik masa depan.